Total Tayangan Laman

Selasa, 16 Agustus 2011

STACKING




D:\picture\poto tap.jpg
 






“Stacking”
[Land Clearing]
PT. Kiara Sawit Abadi 2
Edho Parido
DSC01617.JPG
DSC09938.JPGDSC09934.JPGDSC00009.JPG
    


[Makalah ini dibuat guna syarat melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) / MAGANG di PT. Kiara Sawit Abadi (KSA) 2  sebagai bekal yang didapat dikebun untuk di bawa ke ranah kampus yang akhirnya dilakukan pembuatan laporan magang]












STACKING

1.      Pengertian STACKING
Stacking adalah membuka areal hutan dengan mengunakan alat berat dan menyusun potongan-potongan kayu sesuai pancang rumpukan yang telah ditentukan. Pembukaan lahan di sini  mengunakan zero burning, kegiatan pembukaan lahan disini mengunakan system buka lahan dengan mengunakan alat berat (stacking).  Namun bila terdapat pohon yang besar dan susah di tumbang maka pohon tersebut dapat disusul dengan tumbang manual (sinso) sehingga areal dapat benar-benar terbuka. Team  senso kayu biasanya ada dari kontraktor alat berat tersebut.
2.      Manfaat/tujuan Stacking
Manfaat dan tujuan mengapa stacking :
-         Menghemat Biaya
-         Mempercepat pekerjaan buka lahan
1.      Karakter Stacking dan Alat berat

Gambar : Alat berat Doser
 
DSC08992.JPGStacking di sini menggunakan bulldozer type D85 SS (Super Skidder) secara langsung setelah blocking selesai. Bulldozer yang diturunkan ada 2 unit dan 1 unit excavator 08, chinsau merk still 2-4 unit. Basis Bulldozer 1,2 ha per hari, tetapi juga bisa mencapai 3-4  ha lebih, tergantung vegetasi dan keadaan topografi. Bahan bakar bulldozer menggunakan solar dengan kapasitas tangki 410-440 liter, HM selama 8-10 jam bisa menghabiskan solar 280-350 liter. Jarak stacking yang satu dengan berikutnya 31,2 m untuk 4 titik tanam, Jarak stacking 15,6 m untuk 2 titik tanam.
Untuk pancang stacking agar rapi digunakan kompas type suunto. Dengan kompas diharapkan hasil stacking atau rumpukan menjadi rapi dan tepat untuk titik tanam bibit kelapa sawit.
Mekanis (Stacking)

Gambar : Proses Stacking Oleh dozer
 
Pembersihan jalur tanam mekanis (stacking) dilakukan dengan menggunakan alat berat (Buldozer atau Excavator).
Ketentuan dalam perun mekanis (stacking) sebagai berikut :
    DSC09059.JPG
  1. Kayu-kayu yang sudah digusur lalu dikumpulkan pada tempat yang sudah ditentukan  (jalur rumpukan).
  2. Untuk area yang vegetasi kayu rapat dimana berkemungkinan adanya hasil tumbangan/gusuran yang panjang > 6 m, maka kayu harus dicincang untuk menjaga kualitas perun.
  3. Jalur rumpukan pertama terletak  pada gawangan kedua atau setelah dua baris tanaman dari sisi transport road. Jalur rumpukan harus berada di jalur gawangan mati, lebar rumpukan kayu maksimum dibuat 4,0 m dan tinggi rumpukan yang diperbolehkan maks.3,0 m.
  4. Arah rumpukan membujur dari Utara-Selatan. Rumpukan pertama dimulai dari sebelah utara atau selatan  (pada jarak ± 6 mtr  dari tepi Collection road) atau sesuai pancang rumpukan yang telah dibuat.
DSC01617.JPG








Gambar : hasil stacking dozer
 


Untuk areal rendahan (rawa atau gambut) maka pelaksanaan land clearing dikerjakan menggunakan excavator dengan jarak antara rumpukan yang satu dengan rumpukan yang lain  adalah 2 (dua) baris tanaman.
Jalur rumpukan kayu yang panjangnya ± 300 m harus diputus selebar 4 m pada setiap jarak 150 m, sehingga ada jalan untuk orang melintas antar jalur tanaman / pasar kontrol.
Cara mencari berapa jumlah rumpukan dalam 1 bloknya adalah :
Dik ;
Luas blok = 30 ha
lebar blok 1000 m ke timur barat dan Jarak rumpukan adalah 31,2 m
Dit ;
berapa jumlah rumpukan dalam 1 blok?
» Jadi,  jumlah rumpukan = 1000 m
                                               31,2  m
                                         = 32 rumpukan dalam 1 blok

MEMBUAT JALAN CR & MR


“Membuat Jalan Collection & Main Road
Land clearing
PT. Kiara Sawit Abadi 2
Edho parido
    
DSC00773.JPG


[Makalah ini dibuat guna syarat melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) / MAGANG di PT. Kiara Sawit Abadi (KSA) 2  sebagai bekal yang didapat dikebun untuk di bawa ke ranah kampus yang akhirnya dilakukan pembuatan laporan magang]










MEMBUAT JALAN 
COLLECTION ROAD DAN MAIN ROAD (mineral)

Setelah rintis blok selesai dilakukan kemudian barulah alat berat masuk untuk membuat jalan sesuai rintisan yang telah di buat tersebut. Jalan ini dibuta oleh alat berat jenis dozer (bulldozer) dengan ketentuan jalan  yang dibuat pada areal / tanah kering yang dapat dikerjakan dengan alat bulldozer ( dozer ). Jenisnya bisa jalan poros, jalan transport, maupun jalan collection. Ketentuan spesifikasi jalan dozer adalah sebagai berikut :
a.       Badan jalan harus dibersihkan dari : Tunggul, Kayu, Akar-akaran dan tanah humus disingkirkan diluar badan jalan.
b.      Badan jalan yang telah bersih kemudian dibuat cembung ( tinggi ditengah ) untuk mencegah genangan air ditengah badan jalan.
c.       Sisi kanan kiri badan jalan dibuat saluran / parit air menggunakan pisau / blade dozer yang dimiringkan, sehingga memungkinkan air mengalir dengan lancar disepanjang saluran / parit badan jalan.

  
DSC00776.JPG

Bentuk memanjang dari badan jalan harus rata, artinya bila terdapat bukit – bukit kecil dengan jarak cukup pendek ( 30 meter ) dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter, maka bukit – bukit kecil tersebut harus diratakan. Kelandaian tanjakan pada bukit atau gunung harus tidak lebih dari 15 %, artinya nilai beda tinggi puncak bukit dengan lembah bukit dibagi dengan jarak horizontal ( jarak datar ) adalah : maksimum 15 %. Bila pembuatan jalan di daerah bergelombang/bukit, maka untuk menjaga kelandaian jalan, jalan dibuat mengikuti countur. Spesifikasi ukuran lebar badan jalan dozer untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut
a.       Lebar jalan Poros               : 12 meter
b.      Lebar jalan transport           :   8 meter
c.       Lebar jalan Collection         :   7 meter     


 
MEMBUAT JALAN
CR DAN MR DI AREAL RAWA / GAMBUT
Tidak sedikit areal rawa dan gambut di Kalimantan, dalam kondisi areal jalan yang terhalang oleh rawa dapat dilakukan penimbunan areal tersebut sehingga menjadi jalan timbunan. Jalan Timbun adalah jalan yang dibangun diatas lokasi tanah lembek, tanah rawa atau tanah gambut yang hanya mampu dikerjakan dengan alat excavator (back hoe) dan sejenisnya. Material tanah timbun untuk badan jalan dipergunakan material hasil galian kanan kiri (pinggir) badan jalan. Penggalian tanah timbun dengan alat excavator (sejenisnya) dilakukan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar tanah asli (tanah clay) untuk dasar badan jalan. Bila lokai pekerjaan adalah rawa dalam/gambut yang tidak ada clay, maka material timbunan tidak boleh ada potongan kayu yang dalam  posisi tegak. Tanah timbun badan jalan dipadatkan secara merata dengan roda dan bucket excavator permukaan badan jalan bebas dari kayu yang bermunculan.
Penimbunan badan jalan dilakukan sedemikian rupa sehingga badan jalan berbentuk cembung dan rata (tinggi ditengah) dengan kemiringan 2% padat yang memungkinkan air mengalir kesamping (kesaluran), pada kondisi kering maka badan jalan dapat dilewati dengan kendaraan roda empat. Untuk jalan batas HGU posisi parit galian sebaiknya dibuat sebelah yaitu sebelah luar (berbatas dengan HGU). Bila lokasi masih memungkinkan maka parit galian tanah boleh dibuat pada kedua sisi badan jalan. Ukuran parit galian untuk material timbun tergantung kebutuhan material untuk timbunan badan jalan, yang penting parit dibuat rapi dan memungkinkan air mengalir dengan baik pada parit tersebut.
sebelum dilakukan penimbunan badan jalan maka bila ada kayu yang malang melintang dijalur jalan, harus terlebih dahulu dirapikan dengan posisi melintang pada rencana jalur jalan sebagai pondasinya.

BLOCK DESIGEN


BLOCKING

A.     UKURAN BLOCK DESIGN
Pengertian Block design disini adalah pekerjaan penentuan ukuran block standard / normal yang dipakai sebagai dasar dalam pembangunan kebun. Block Standard / normal yang dimaksud adalah block yang berbentuk kotak persegi. Semua block “harus” diupayakan berbentuk persegi. Pengecualian hanya diijinkan bila lokasi bergelombang / berbukit. Luas Block Normal yang dipakai adalah 30 Ha namun luas dari HGU yang ada biasanya 30,97 ha karena 0,97 ha digunakan sebagai jalan blok tersebut.
1.      Ukuran Block standard / normal yang dipakai adalah ;
Lebar                :     300 M
Panjang             : 1.000 M
2.      Mencari Ha Jalan BLOK
Panjang jalan CR  = 1000 m
Lebar  jalan      CR  = 7 m
Ha Jalan  CR =  1000 x 7 m
                           10.000 m
                      = 0,7 Ha
Panjang Jalan MR  = 300
Lebar jalan MR       =  9 m
Ha jalan MR          = 300 x 9 m
                                   10.000 m
                                = 0.27 Ha

B.     RINTIS BLOCK
Pengertian Rintis Block adalah pekerjaan penentuan lokasi jalur lebar dan panjang block dilapangan.
Posisi ukuran Block adalah sbb :
·        Lebar       ---- > arah utara  -- selatan
·        Panjang   ---- > arah timur - barat
Penentuan jalur block di lapangan dimulai dengan mengambil titik koordinat sesuai ijin lokasi yang dimiliki. Titik koordinat ini tentunya sudah dimasukkan dalam peta rencana block design sebagai titik awal bagi Team Rintis. Dari titik awal ini Team mulai membuat jalur “rintisan”.  Jalur rintisan ini juga berfungsi sebagai batas block, sebagai dasar semua pekerjaan pembangunan kebun (land clearing, tanam dll). Jalur Rintisan dibuat lebar 1,5 s.d 2 meter. Jalur rintisan harus bebas semak dan anak kayu. Semua pohon diameter < 7,5 cm yang berada “garis koordinat” di jalur rintisan harus ditebang. Apabila “garis koordinat” di jalur rintisan tepat mengenai pohon > 7,5 cm yang sulit ditebang, maka  pohon tetap dibiarkan tegak, garis koordinat harus dibuat patok bantu agar jalur tidak bergeser.
Pada setiap persimpangan block (titik pertemuan 4 blok) dipasang patok kayu Ǿ  7,5 cm dan diberi warna merah. Tinggi patok 1,8 meter dimana tertanam ± 30 cm dan sisanya (1,5 m) tegak diatas tanah. Sebelum diberit cat merah, kulit kayu harus dikupas dan dibiarkan mongering getahnya, baru dioles cat. Kayu patok mengunakan kayu yang ada di sekitar lokasi. Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas. Untuk jaur rintisan , setiap jarak 40 – 60 meter juga diberi patok yang diberi cat. Patok terbuat dari kayu di sekitar lokasi ukuran Ǿ  2-5 cm. Tinggi patok 1,8 meter dimana tertanam ± 30 cm dan sisanya (1,5 m) tegak diatas tanah Kulit kayu pada posisi cat harus dikupas terlebih dahulu dan ditunggu hingga getahnya mengering baru dioles cat. Jarak patok bantu bisa diperpendek sesuai/menyesuaikan lokasi kerja. Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas.

Land Clearing PT. KIARA SAWIT ABADI 2


PENDAHULUAN
DSC01611.JPG
Pembukaan lahan di PT. Kiara sawit abadi 2 ini mengunakan system buka dengan alat berat yang biasa di sebut steacking. Pembukaan lahan dilakukan tanpa pembakaran, pada areal PT. Kiara Sawit abadi 2 ini cenderung vegetasi hutanya jarang karena bekas peladangan masyarakat. Kegiatan pembukaan lahan di PT. KSA 2 ini dimulai dengan tahap Rintis Lahan Masyarakat bila memiliki tanah di kawasan HGU (Hak Guna Usaha) PT. Kiara Sawit Abadi 2. Setelah Rintis lahan masyarakat selesai maka kemudian dilakukan tahap ganti rugi tanah yang biasa disebut GR. Setelah GR selesai maka Pihak PT. akan melakukan rintis blok dan melakukan rintis jalan Collection Road dan Main Road. Setelah rintis dilakukan kemudian barulah alat berat masuk untuk membuat jalan yang telah dilakukan rintis oleh tim rintis. Areal pembibitan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapkan berapa ha lahan yang harus digunakan untuk kebutuhan bibit yang akan datang (Prenursery dan Mainursery).
Setelah pembibitan dan jalan telah dibuat kemudian barulah dilakukan stacking lahan dengan mengunakan alat berat Bulldozer (mineral) dan Exavator (gambut/rawa). Setelah selesai melakukan stacking dan areal terbuka maka kegiatan selanjutnya adalah memasukan bibit (langsir) dari pembibitan ke kawasan yang telah dilakukan stacking atau dapat di terminalkan di dekat areal tersebut. Kemudian melakukan kegiatan pancang pada areal yang telah di stacking agar bibit cepat untuk ditanam. Setelah pancang selesai kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kelapa sawit.  Kemudian tanam penutup tanah (legume cover crop) jangan sampai terlupakan karena dampaknya akan sangat besar bila LCC lambat di tanam pada areal yang baru terbuka. Setelah semua kegiatan tanam selesai kemudian dilakukan konsolidasi bila terdapat bibit yang tumbang atau rebah. Untuk lebih jelasnya maka dibuat kegiatan-kegiatan pembukaan lahan di PT. Kiara sawit Abadi 2 ini dengan item-item kegiatan yang diterangkan. Diantaranya ;
1.      Land Clearing
2.      Pembibitan
-     Seleksi di pembibitan
-     Putar pangkas
3.      Bloking
4.      Membuat Jalan CR & MR
5.      Stacking
6.      Pancang
7.      Langsir bibit
8.      Tanam bibik kelapa sawit
9.      Tanam Kacang-kacangan
10.  Konsolidasi
-     Tapak timbun
-     Konsolidasi pokok
11.  Sensus Pokok
12.  Gudang
13.  Administrasi
14.  Rawat TBM